Selasa, 23 Mei 2017

Banjir Rendam Empat Desa Di Gorontalo Utara

id Banjir Rendam Empat Desa Di Gorontalo Utara
Banjir Rendam Empat Desa Di Gorontalo Utara
banjir rendam empat desa di Kecamatan Anggrek (Foto Susanti Sako)
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Bencana banjir merendam empat desa di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, pada Senin (20/3) sejak pukul 05.30 WITA setinggi 30 cm hingga 1 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara, Nurdin Humolungo mengatakan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, namun masyarakat harus menyelamatkan diri dan harta bendanya akibat banjir disertai arus deras dari arah sungai Tolango.

Banjir pun membawa material lumpur, bahkan mengakibatkan lintas Sulawesi di wilayah ini sempat tidak bisa dilewati kendaraan bermotor selama 5 jam, akibat tinggi dan derasnya arus air.

"Ruas jalan di lintas Sulawesi di Kecamatan Anggrek yaitu di kompleks jembatan Desa Tolango dan Desa Tudi, sempat tidak bisa dilewati kendaraan karena arus air yang sangat kencang," ujar Nurdin.

Akibatnya lintas Sulawesi ini sempat mengalami kemacetan.

Selain itu, terjadi longsoran di ruas jalan Desa Garapia yang ada di lintas Sulawesi, namun kendaraan masih bisa melintas sebab longsoran hanya menutupi sebagian badan jalan.

Upaya yang dilakukan pihaknya kata Nurdin, langsung menurunkan tim reaksi cepat bersama tim Kampung Siaga Bencana (KSB) dibantu Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan pihak Dinas Sosial setempat untuk melakukan evakuasi dan pendataan bagi korban banjir.

Pihaknya pun kata Nurdin, dibantu Dinas Sosial dan Tagana, menyalurkan makanan siap saji.

"Pagi hari sejak pukul 09.00 WITA, sebanyak 60 nasi bungkus untuk setiap desa disalurkan namun jumlah ini terus ditambah," ujarnya.

Mobil tanki air pun langsung diturunkan untuk menyalurkan air bersih bagi warga, mengingat kebutuhan air bersih tidak hanya untuk konsumsi namun untuk membersihkan lumpur yang menutup pemukiman.

Belum ada data pasti terkait kerugian yang timbul akibat bencana tersebut, namun pihaknya kata Nurdin memastikan jika tidak ada korban jiwa pada musibah yang ikut merendam areal pertanian, gedung sekolah dan sarana perkantoran desa.

Wakil Bupati Roni Imran yang turun langsung meninjau lokasi banjir di empat desa tersebut mengatakan, sangat prihatin dengan musibah tersebut.

Upaya yang dilakukan pemerintah daerah saat ini yaitu membantu evakuasi masyarakat terdampak banjir, serta mendeteksi pemicu banjir mengingat wilayah Kecamatan Anggrek tergolong paling rawan banjir.

Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Sungai Wilayah Sulawesi pun terus dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir, akibat luapan sungai Tolango dan Iloheluma.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017