Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan melaksanakan program merehabilitasi ratusan hektar tanaman Kakao yang tersebar di wilayah kabupaten dan kota di daerah tersebut.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Kamis mengatakan saat ini produksi kakao petani di sejumlah wilayah kabupaten di daerah ini sangat rendah setiap kali panen.
Sehingga pemerintah Provinsi Gorontalo untuk tahun ini, telah membuat program merehabilitasi sekitar 485 hektar tanaman kakao, milik petani di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.
Rusli mengatakan dengan adanya program rehabilitasi tersebut, diharapkan produksi Kakao setiap panen mencapai 1 ton per hektar, karena selama ini hanya bisa menghasilkan 300 hingga 400 Kg tiap hektar.
Dia menjelaskan, program rehabilitasi tersebut berupa memotong pohon kakao tua dan akan disambung dengan stek atau klon unggulan, yang akan membutuhkan waktu sekitar 8 bulan.
"Setelah distek maka dalam waktu delapan bulan, kakao langsung bisa berbuah dengan kualitas yang baik," kata Rusli.
Rusli mengatakan, pemerintah Provinsi Gorontalo juga akan memberikan bantuan pupuk, dan peralatan untuk merehabilitasi tersebut, yang dilakukan secara gratis.
"Program rehabilitasi tersebut diharapkan bisa membantu petani, terutama dalam peningkatan produksi kakao, apalagi semuanya gratis," katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Sunandar Bokings mengatakan, selama beberapa tahun petani kakao mengelih dengan produksi panen mereka yang sangat rendah.
"Program ini tujuan untuk merespon keluhanan petani kakao, karena hasil produksi tiap kali panen sangat merendah," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2015
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Kamis mengatakan saat ini produksi kakao petani di sejumlah wilayah kabupaten di daerah ini sangat rendah setiap kali panen.
Sehingga pemerintah Provinsi Gorontalo untuk tahun ini, telah membuat program merehabilitasi sekitar 485 hektar tanaman kakao, milik petani di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.
Rusli mengatakan dengan adanya program rehabilitasi tersebut, diharapkan produksi Kakao setiap panen mencapai 1 ton per hektar, karena selama ini hanya bisa menghasilkan 300 hingga 400 Kg tiap hektar.
Dia menjelaskan, program rehabilitasi tersebut berupa memotong pohon kakao tua dan akan disambung dengan stek atau klon unggulan, yang akan membutuhkan waktu sekitar 8 bulan.
"Setelah distek maka dalam waktu delapan bulan, kakao langsung bisa berbuah dengan kualitas yang baik," kata Rusli.
Rusli mengatakan, pemerintah Provinsi Gorontalo juga akan memberikan bantuan pupuk, dan peralatan untuk merehabilitasi tersebut, yang dilakukan secara gratis.
"Program rehabilitasi tersebut diharapkan bisa membantu petani, terutama dalam peningkatan produksi kakao, apalagi semuanya gratis," katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Sunandar Bokings mengatakan, selama beberapa tahun petani kakao mengelih dengan produksi panen mereka yang sangat rendah.
"Program ini tujuan untuk merespon keluhanan petani kakao, karena hasil produksi tiap kali panen sangat merendah," katanya.
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2015