Kabupaten Pohuwato (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato mendukung dan mengapresiasi Program Kakao Berkelanjutan Burung Indonesia Program Gorontalo di 11 desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Bupati Pohuwato Syaipul Mbuinga di Gorontalo, Rabu mengaku terkesan melihat kondisi pembibitan kakao dengan kondisi yang sangat baik serta dikelola warga desa sendiri dengan pendampingan intensif dari Burung Indonesia.
"Saya terkesan dan mengucapkan terima kasih kepada Burung Indonesia atas bantuan luar biasanya kepada masyarakat Pohuwato," ucap dia.
Ia mengatakan, program tersebut meliputi training of trainer agronomi kakao bagi 22 petani dari 11 desa wilayah pelaksanaan program.
Kemudian, Sekolah Lapang bagi 360 petani dampingan mengenai praktek baik pertanian kakao, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti pembibitan kakao masyarakat, rumah produksi kompos, fasilitas fermentasi, gudang penyimpanan hasil pertanian serta solar dryer untuk pengeringan biji kakao.
Gorontalo Program Koordinator Burung Indonesia Marahalim Siagian mengatakan, ada tujuh desa di kecamatan Taluditi ditambah empat desa di Kecamatan Wanggarasi untuk pelaksanaan program itu.
"Burung Indonesia membangun fasilitas pembibitan masyarakat seperti ini serta rumah produksi kompos, khusus di Puncak Jaya dibangun fasilitas yang lebih lengkap meliputi solar dryer, fasilitas fermentasi, gudang penyimpanan kakao, serta sekretariat pengelola," ujar dia.
Kepala Baperlitbang Pohuwato Irfan Saleh menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato meluncurkan GERBANG POHUWATO SIAP atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.
Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman multi purpose trees species yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan manfaat ekonomi dan ekologi seperti durian, alpukat, kakao, dan tanaman kayu.
"Gerakan Pohuwato Hijau dalam rangka merespon kondisi lingkungan di Pohuwato yang makin rapuh. Hujan satu atau dua hari saja langsung banjir," ujar Irfan Saleh.
