Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo melakukan pengawasan jajanan takjil di Kabupaten Boalemo dengan melakukan pengambilan sampel dan uji cepat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan.

Kepala BPOM Provinsi Gorontalo, Agus Yudi Prayudana, Kamis mengatakan bahwa BPOM di Gorontalo turun ke beberapa titik dengan menggandeng lintas sektor terkait diantaranya Dinas Kumperindag Provinsi, Dinas Kesehatan dan Dinas Pangan Kabupaten Boalemo serta Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM).

"Lokasi yang kami datangi yaitu Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Pawonsari, Pasar Wonosari, Paguyaman, Mananggu dan Tilamuta," ucapnya.

Agus menyebutkan Intensifikasi pengawasan pangan ini dilakukan dengan mengerahkan unit mobil laboratorium keliling guna melakukan pengambilan sampel dan pengujian cepat takjil menggunakan Rapid Test KIT.

"Kami melakukan tes untuk menguji boraks, formalin, pewarna tekstil rhodamin B dan pewarna tekstil methanil yellow yang sering disalahgunakan pada makanan," ungkapnya.

Tidak hanya pengawasan takjil, BPOM Gorontalo juga melakukan pembinaan sanitasi dan kebesihan kepada penjaja takjil, serta memberikan celemek, penjepit makanan, serta penyanitasi tangan (Handsanitizer) dalam upaya menjaga kebersihan saat melayani pembeli.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk membina UMKM pangan agar dapat menjajakan pangan olahannya secara higienis, aman dan bermutu. Alhamdulillah hasil uji takjil menunjukkan dari 85 sampel yang diuji, semuanya aman dari bahan berbahaya," jelasnya.

Balai POM Gorontalo selama dua pekan terakhir telah menguji jajanan takjil sebanyak total 418 sampel yang terdiri dari aneka kudapan, minuman, makanan ringan dan lauk pauk dengan hasil pengujian negatif mengandung bahan berbahaya.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2021