Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mendata pada bulan Februari 2021 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah itu sebesar 3,41 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Rudi Cahyono, Senin, mengatakan pandemi COVID-19 masih mempengaruhi keadaan ketenagakerjaan pada bulan Februari 2021 meskipun pengaruhnya tidak sekuat pada bulan Agustus 2020. 

"Secara keseluruhan, penduduk usia kerja yang terdampak oleh pandemi COVID-19 mulai dari menjadi pengangguran, menjadi bukan angkatan kerja, berkurang jam kerjanya, hingga menjadi sementara tidak bekerja—sebesar 5,64 persen atau 50.734 orang," ujarnya. 

Ia menjelaskan jika jumlah ini berkurang sebanyak 7,58 persen poin dibandingkan kondisi bulan Agustus 2020 yang mencapai 13,22 persen penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19 atau sebanyak 118.192 orang.

"Jumlah penduduk yang menjadi pengangguran akibat pandemi COVID-19 sebanyak 1.445 orang. Angka ini mencapai 6,98 persen dari total pengangguran bulan Februari 2021 yang jumlahnya mencapai 20.688 orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,41 persen," ungkap Rudi. 

TPT tersebut mengalami penurunan 0,87 persen poin dibandingkan Agustus 2020 (4,28 persen) dan mengalami kenaikan 0,12 persen poin jika dibandingkan Februari 2020 (3,29 persen).

"Dampak pandemi COVID-19 juga dirasakan oleh penduduk bekerja, yaitu dalam bentuk pengurangan jam kerja hingga menjadi sementara tidak bekerja. Penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja mencapai 40.313 orang dan yang mengalami perubahan status dari bekerja menjadi sementara tidak bekerja sebanyak 6.562 orang," kata dia, lagi. 

Adapun penduduk yang sebelum pandemi memiliki pekerjaan dan kemudian pada Februari 2021 memilih tidak aktif di pasar kerja atau menjadi bukan angkatan kerja sebanyak 2.414 orang.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2021