Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC) Jelfina Alouw berharap agar daerah penghasil kelapa di Indonesia memiliki kebun sumber benih kelapa.

"Daerah penghasil kelapa agar dapat membangun kebun untuk sumber benih dengan varietas unggul," kata Jelfina Alouw di Gorontalo, Jumat, dalam kegiatan World Coconut Day 2023 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

ICC adalah organisasi antar-pemerintah negara-negara penghasil kelapa di bawah koordinasi PBB yang berdiri pada 1959.

Menurut Jelfina, salah satu penyebab turunnya produksi kelapa Indonesia karena petani sulit mengakses sumber benih yang berkualitas.

"Mari kita bangun kebun-kebun untuk sumber benih agar bisa memenuhi keperluan petani di setiap daerah. Lima hektare saya kira sudah cukup untuk setiap kabupaten,” katanya melalui Rapat Kerja Nasional Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek) di ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo.

Jelfina juga berharap tidak terjadi lagi penurunan luas kebun kelapa di Indonesia yang pada 2022 tercatat seluas 3,7 juta hektare, turun menjadi 3,3 juta hektare di tahun ini.

Perempuan pertama yang menjadi Direktur Eksekutif ICC ini memaparkan produktivitas kelapa Indonesia semakin jauh tertinggal oleh Vietnam, Malaysia, dan India.

Rata-rata produktivitas ketiga negara tersebut mencapai 10 ribu butir kelapa per hektare per tahun. Sedangkan Indonesia hanya empat ribuan.

Oleh karena itu ia berharap luas kebun kelapa tidak turun lagi karena akan berdampak pada penurunan produksi. Dengan luas lahan 3,3 juta hektare dan jumlah petani mencapai enam juta, berarti rata-rata kepemilikan hanya 0,5 hektare.

"Ini sedikit sekali, tentu menjadi urusan wajib dalam meningkatkan kapasitas petani kelapa di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan ICC siap membantu dan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan dalam rangka transfer teknologi dan informasi kepada petani.

Rakernas Kopek II merupakan rangkaian dari kegiatan World Coconut Day 2023 atau Hari Kelapa Sedunia yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo dari 21 hingga 25 September 2023.

Rakernas bertujuan untuk menyusun program kerja Kopek dua tahun ke depan, merumuskan regulasi dan kebijakan, serta melahirkan road map pengembangan kelapa di Indonesia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ICC berharap daerah penghasil kelapa miliki kebun sumber benih

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2023