Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Harga daging ayam potong yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Gorontalo mengalami kenaikan, sedangkan daging sapi masih stabil.

Seorang pedagang ayam potong di pasar Limboto, Rinto, Jumat, mengaku harga daging ayam telah naik dari Rp55ribu/kg menjadi Rp60ribu/kg sejak beberapa hari terakhir.

"Kami hanya pedagang yang membeli dari perusahaan, harga dari mereka naik, oleh karena itu kami hanya menyesuaikan saja," ungkap Rinto.

Ia menjelaskan, sebagai pedagang mereka tidak ingin harga naik agar konsumen lebih banyak, namun jika harga daging ayam naik, mereka kena imbas dengan menurunnya jumlah pembeli.

"Biasanya kenaikan harga terjadi saat stok kosong maupun banyaknya pemesanan dari katering maupun warga yang menggelar pesta, seperti saat ini juga sedang musim pesta nikahan," katanya.

Kenaikan harga daging ayam potong tidak diiringi harga daging sapi yang masih stabil pada harga Rp100ribu dan Rp110ribu/kg.

"Untuk daging kelas satu, kami menjual dengan harga Rp110 ribu/kg, dan kelas dua Rp100ribu/kg," ucap pedagang daging sapi di Shopping Center Limboto, Rahman Ibrahim.

Ia menjelaskan, sejak bulan puasa, harga daging tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan karena pasokan daging lancar dari sejumlah daerah di Kabupaten Gorontalo.

"Saat ini pemesanan daging mengalami kenaikan karena banyaknya warga yang menggelar pesta lamaran maupun pernikahan," jelasnya.

Sementara itu, Rusli Pou, pengelola pasar Limboto menjelaskan, penjualan daging sapi di pasar Limboto lancar karena tidak terdampak isu virus antraks yang menyerang sapi.

"Di pasar ini, semua daging sapi yang dijual bebas antraks, oleh karena itu tidak ada keluhan dan konsumen puas dengan kualitas daging sapi dari pasar ini," kata Rusli.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2016