Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengingatkan kepada jajaran kepala sekolah (Kepsek) untuk tidak melakukan aksi pungutan liar ke siswa-siswi, karena semuanya sudah diakomodir oleh pemerintah setempat.

"Bila ada kepsek kedapatan melakukan korupsi atau pungli di sekolah-sekolah, saya langsung copot dari jabatannya," kata bupati.

Penegasan ini disampaikan Bupati saat memberikan arahan pada pelantikan dan pengukuhan 214 Pejabat Fungsional di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, yang berlokasi di Objek Wisata Pemandian Air Panas Lombongo, Minggu (22/1).

Bupati dengan tegas mengingatkan, tidak boleh ada korupsi dan tidak boleh ada pungutan-pungutan liar dalam bentuk apapun di sekolah-sekolah, dan sebaiknya kepsek konsentrasi untuk meningkatkan mutu anak didik.

"Begitu saya mendengar dan begitu dicek benar adanya. Hari itu, saya copot Kepsek dari jabatannya. Ini tegas saya sampaikan kepada sudara-saudara dan ini tidak main-main," tegasnya.

Bupati mengatakan, pemberantasan korupsi dan pungli sudah menjadi komitmennya untuk menghilangkan praktek-praktek penyalagunaan kewenangan di wilayah Kabupaten itu.

Sebelumnya Pemkab Bone Bolango telah membentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli) pada tahun 2016 lalu, guna meminimalisir dan menindak upaya pungli di lingkungan pemerintahan setempat, termasuk di sekolah-sekolah.

Pembentukan satgas ini untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang tugas yang sama, dengan melibatkan beberapa instansi, termasuk kepolisian dan Ombudsman.

"Lewat pembentukan Satgas Saber Pungli ini diharapkan bisa memberantas aksi pungli, utamanya di sektor-sektor pelayanan publik," atau yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. 

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017