Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Brimob Polda Gorontalo menggelar simulasi pengamanan tanggap darurat di kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Gorontalo, Rabu.

Komandan Yonif A Pelopor Komisaris Polisi Zulkarnain usai kegiatan itu mengatakan simulasi tersebut diikuti 80 personel dan bertujuan sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap ancaman bom, huru hara, gempa bumi dan kebakaran.

"Untuk di PLN ini kita melakukan simulasi penanggulangan unjuk rasa dengan menjalankan prosedur yang ada. Pertama diawali dengan menerjunkan tim pengedalian massa awal, lanjutan dan Pasukan Anti Huru-Hara (PHH)," jelas dia.

Ia mengungkapkan pelaksanaan simulasi digelar di kantor PLN karena merupakan salah satu "tiang" masyarakat yang memasok listrik.

"Pada simulasi ini kita ingin terus melatih kesiapsiagaan personil jika terjadi hal seperti unjuk rasa dan bahkan jika ada ancaman bom," kata dia, lagi.

Tim Gegana Brimob juga turut diterjunkan pada simulasi tersebut untuk mengantisipasi apabila terjadi unjuk rasa yang dimasuki provokator dan ada ancaman bom.

Sementara itu, Manajer PLN area Gorontalo, Nayusrizal mengatakan PLN sebagai salah satu obyek vital nasional tentunya banyak yang perlu dilakukan pengamanan.

"Mulai dari instalasi pembangkit hingga ke jaringan, oleh karena itu hal ini merupakan antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan, dan semoga jika ada aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan, bisa dengan baik dan damai," ucap dia.

Nayuzrizal mengungkapkan simulasi tersebut dilaksanakan atas permintaan dari pihak PLN Gorontalo dengan Brimob Polda Gorontalo.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017