Gorontalo, (Antara News) - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama jajaran Persatuan Alumni (PA), akan menggalang dana untuk bantuan gempa bumi yang terjadi di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, pada Sabtu siang ini.

Ketua PA GMNI Gorontalo Elvikman Landjoi mengatakan, ada puluhan anggota GMNI akan berada di perlimaan Telaga-Kota Gorontalo, untuk menggerakkan warga setempat untuk membantu korban gempa di Sulteng.

"Kami dari GMNI terpanggil untuk melakukan aksi sosial. Apa yang terjadi di Palu dan Donggala, turut dirasakan oleh kami di Gorontalo," kata Landjoi.

Pria yang saat ini menjadi tenaga ahli Bupati Gorontalo itu, mengakui bahwa banyak warga Gorontalo juga yang tinggal dan bekerja di Palu dan Donggala, namun untuk mendapatkan akses informasi dan komunikasi masih sangat terbatas.

"Jaringan telepon masih putus, ini menjadi kerpihatinan kami juga," tambahnya, sambil menyebut penggalan dana yang terkumpul nanti, akan disalurkan ke posko bantuan di Sulteng.

Sebelumnya hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah akibat aktivitas sesar Palu Koro.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Palu Koro," kata Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko.

Dia mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip).

Hingga pukul 05.00 WIB tercatat 87 kali gempa bumi susulan terjadi pascagempa berkekuatan 7,4 SR pada Jumat (28/9), pukul 17.02 WIB. Sebelumnya BMKG mencatat kekuatan gempa dengan magnitudo 7,7 SR.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut dan terpantau terjadi tsunami di Mamuju setinggi enam centimeter dan pantai Palu dengan ketinggian 1,5 meter pada pukul 17.27 WIB.

Akibat bencana tersebut sejumlah bangunan rusak dan? arus listrik serta komunikasi Telkomsel di Palu mati. Selain itu, dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka yang masih terus didata.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018