Film arahan Garin Nugroho ini mengalahkan pesaing lain dalam kategori tersebut, seperti "27 Steps of May", "Bumi Manusia", "Dua Garis Biru”, dan"Keluarga Cemara".

Saat menerima Piala Citra FFI 2019 di atas panggung, produser Ifa Isfansyah berkelakar penonton tak perlu khawatir karena mereka takkan menyanyikan lagu India, hal yang sebelumnya dilakukan Muhammad Khan, pemeran “Kucumbu Tubuh Indahku” yang membawa pulang penghargaan Aktor Terbaik.

"Kami semua harus berterima kasih pada Rianto, salah seorang koreografer yang tinggal di Tokyo yang telah sangat ikhlas menyerahkan kisah hidupnya untuk kita adaptasi,” kata Ifa.

"Kucumbu Tubuh Indahku" bercerita tentang seorang penari Lengger di sebuah desa kecil di Jawa bernama Juno, diangkat dari kisah hidup seorang penari dan koreografer bernama Rianto yang juga bermain dalam film tersebut sebagai Juno dewasa.

Film yang menandai 38 tahun Garin Nugroho berkarya ini, juga membuat sang sutradara kawakan untuk pertama kali membawa pulang Piala Citra untuk Sutradara Terbaik.

"Kucumbu Tubuh Indahku" memborong delapan penghargaan dalam FFI 2019, yakni Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Busana Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Cerita Panjang Terbaik.

FFI 2019 memberikan penghargaan untuk 21 kategori, meliputi 18 film cerita panjang, delapan film dokumenter panjang dan pendek, enam film animasi pendek, dan enam film cerita pendek yang dinominasikan tahun ini.

Tiga film yang paling banyak mendapatkan nominasi Piala Citra 2019 adalah "Kucumbu Tubuh Indahku", "Dua Garis Biru", dan "Bumi Manusia" dengan masing-masing total 12 nominasi.

Pewarta: Nanien Yuniar

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2019