Kepala BPS setempat, Arifin Ointu di Gorontalo, Rabu mengatakan, tim pendata sudah mulai turun melakukan sensus, terdiri dari 113 koordinator dan 339 petugas, dimana setiap tim beranggotakan 4 orang petugas.
"Mereka akan melakukan sensus di dua wilayah, yaitu blok konsentrasi yang banyak dihuni oleh rumah tangga atau para pekerja aktif di bidang pertanian, seperti pangan, hortikultura, perikanan, peternakan dan lain sebagainya," katanya.
Sensus dari rumah ke rumah atau sistem "door to door" juga akan dilakukan di wilayah non konsentrasi, yaitu pendataan di setiap rumah tangga berdasarkan data yang direkomendasikan dari kepala desa (kades), kepala dusun (kadus) ataupun mantri tani.
Mereka yang didata adalah yang mengetahui tentang para pekerja pertanian maupun sub sektor pertanian di seputar wilayah pemukimannya.
"Wilayah non konsentrasi perlu di data, sebab untuk bagian perkotaan atau ibu kota kabupaten, ada area yang tidak dihuni oleh pekerja di sektor pertanian," katanya.
BPS memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir saat sensus berlangsung, sebab para petugas dilengkapi dengan identitas resmi menggunakan topi berwarna hitam dominan, dipadu warna hijau dibagian depan.
Topi bertuliskan logo BPS tercetak tulisan `Sensus Pertanian 2013` serta membawa tas berwarna hitam.
"Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada BPS jika ada petugas sensus yang meminta biaya sepeserpun," katanya.
Arifin memastikan sanksi pemecatan langsung diberikan kepada petugas pendata yang meminta pungutan biaya.
Pewarta: Oleh Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.