"Tidak bisa dipungkiri daerah belum siap sepenuhnya menghadapi MEA, namun berbagai upaya peningkatan SDM dan infrastruktur memadai terus dilakukan pemerintah daerah," ujar bupati.
Menurut ia, dua hal utama tersebut harus disiapkan agar daerah ini khususnya Provinsi Gorontalo, akan benar-benar siap menghadapi MEA dengan segala kondisinya, seperti masuknya tenaga kerja asing.
Persaingan bursa tenaga kerja saat pemberlakuan pasar bebas Asean, membutuhkan kesiapan SDM lokal agar tidak kalah bersaing.
"Kita harus mempersiapkan SDM dan infrastruktur untuk mengantisipasi masuknya perdagangan dari negara-negara Asean," ujar bupati di Limboto.
Mengingat MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan dan lainnya.
Ia sendiri mengaku tidak ingin membiarkan kualitas tenaga kerja lokal kalah bersaing padahal mereka mampu dan berdaya saing tinggi.
Sehingga pemerintah daerah mengambil peran untuk meningkatkan rasa percaya diri pemuda daerah ini, melalui peningkatan kompetensi di bangku sekolah, sistem pembelajaran yang terus ditingkatkan serta menggelar pelatihan kepemudaan.
Pemerintah daerah juga terus mendorong peran Perguruan Tinggi untuk menghasilkan SDM siap pakai, termasuk sekolah-sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan dan pelatihan keterampilan agar berlomba-lomba mencetak SDM berkualitas, memiliki keahlian dan semangat tinggi.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.