Dalam paparan program pengembangan sepak bola Indonesia yang dijabarkan Tim Ad hoc Sinergi PSSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, organisasi sepak bola Tanah Air itu menargetkan Indonesia bisa mencapai babak semifinal Piala Dunia 2045.
PSSI membagi perkembangan sepak bola Tanah Air menjadi tiga tahapan, yakni survival pada 2015 hingga 2018, tahapan take off pada 2020 hingga 2025, dan tahapan winning di tahun 2030 dan 2045.
Pada tahapan pertama, PSSI menargetkan Indonesia bisa mencapai babak final SEA Games 2015 di Singapura. Sedangkan pada 2018 PSSI berharap timnas bisa mencapai babak semifinal Asian Games 2018 di Indonesia.
Pada masa itu pula PSSI berupaya untuk membangun kepercayaan masyarakat pada pemain dan tim nasional.
Setelah tahapan survival dirasa sukses, PSSI akan melakukan pembinaan pemain usia muda selama dua tahun guna meningkatkan kualitas timnas.
Selanjutnya
di tahapan take off PSSI menargetkan Indonesia bisa melaju sampai babak
semi final AFC Cup 2020 dan ke babak final AFC pada 2024. Selain itu
PSSI juga menargetkan timnas bisa menjadi ikon kebanggaan bangsa di
kancah dunia.
Sedangkan di tahap winning PSSI menargetkan Indonesia masuk dalam kualifikasi Piala Dunia 2030, dan bisa melaju sampai babak semi final pada Piala Dunia 2045.
Untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, PSSI juga membuat daftar prioritas pengembangan yang harus dilakukan.
Sedangkan di tahap winning PSSI menargetkan Indonesia masuk dalam kualifikasi Piala Dunia 2030, dan bisa melaju sampai babak semi final pada Piala Dunia 2045.
Untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, PSSI juga membuat daftar prioritas pengembangan yang harus dilakukan.
Paling
penting dan dibutuhkan segera menurut PSSI antara lain pembangunan
lapangan sepak bola untuk usia dini, pengembangan stadion berstandar
FIFA, pemenuhan persyaratan klun ISL, hingga keterbukaan informasi
khususnya dalam laporan keuangan.
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.