"Tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Jika ada yang menuding di Kota Gorontalo ada wali kota bayangan, maka itu ngawur," katanya saat dihubungi, Selasa.
Ia berharap masyarakat Gorontalo tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar, apalagi tidak disertai dengan bukti yang kuat.
Menurutnya, selama ini pemerintahan di Kota Gorontalo berjalan sesuai ketentuan dan fokus pada program-program pembangunan yang menjadi target hingga empat tahun ke depan.
Meski demikian, Marten mengaku tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan tersebut dan berupaya menghindari kemungkinan adanya konflik politik berkepanjangan.
"Nanti energi kami habis untuk berdebat, lebih baik fokus saja bekerja dan memberi yang terbaik untuk masyarakat Kota Gorontalo," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berencana akan memanggil Pemerintah Kota Gorontalo, terkait pernyataan mantan wali kota Adhan Dambea.
Dalam silaturahmi politisi Gorontalo yang digelar pada Sabtu malam (16/5), Adhan menilai saat ini peran Wali kota Marten Taha kalah dominan bila dibandingkan dengan sosok `Wali kota bayangan`.
Adhan menuding sudah mendapatkan laporan dari sejumlah kontraktor di mana setiap pengadaan di Kota Gorontalo dikuasai oleh wali kota bayangan tersebut.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berencana akan memanggil pemkot untuk meminta klarifikasi perihal isu tersebut.
Ia mengingatkan kepada semua kepala daerah, agar dapat memisahkan urusan pemerintahan, urusan politik dan urusan keluarga.
Pewarta: Debby Hariyanti ManoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026