"Saya senang banyak penonton yang memberikan apreasiasinya," ujar Teddy Soeriaatmadja kepada ANTARA London, usai acara pemutaran film yang dilanjutkan dengan tanya jawab dalam Indonesian Film Screenings yang berlangsung hingga 20 Oktober mendatang.
Putra mantan Dubes RI di Austria yang menyukai film sejak kecil mengakui bahwa ia merasa senang film garapannya mendapat tempat di masyarakat pengemar film Indonesia di London yang film Lovely Man juga ikut dalam festival film Teracotta beberapa bulan lalu di London.
"Saya liat banyak teman teman saya yang juga ikut menyaksikan film yang dibintangi istri Raihaanun," ujar Teddy yang menyelesaikan kuliahnya di jurusan Human Behavior, Newport University, London sampai S2.
Film Lovely Man merupakan film drama Indonesia dirilis 30 September 2011 menceritakan kisah transgender itu ditonton lebih dari 200 pengemar film Indonesia yang memenuhi gedung College Buildings, Khalili Lecture Theatre, termasuk Wakil Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Harry R.J. Kandou.
Film yang pernah mendapat kecaman dari Front Pembela Islam itu pada Festival Film Asia yang ke-6, Donny Damara berhasil menjadi Aktor Terbaik dan Teddy Soeriaatmadja dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik itu disambut antusias kalangan pengemar film tidak saja datang dari London juga Belanda dan negara Eropa lainnya.
Film yang berkisah mengenai seorang gadis pesantren Cahaya yang diperankan Raihaanun pergi ke Jakarta untuk mencari sang ayah Syaiful yang diperankan Donny Damara, yang meninggalkan rumah waktu Cahaya masih berusia empat tahun.
Sesampainya di ibukota, Cahaya menemukan ayahnya jauh dari harapannya. Syaiful ternyata setiap malam bekerja sebagai waria dengan nama Ipuy. Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalanan ibukota semalaman, mencoba menemukan kembali ikatan keluarga yang sudah lama hilang.
Menurut Teddy, film yang digarapnya hanya dalam kurun waktu kurang dari sebulan itu dengan biaya yang sangat minim dan bahkan sering kali harus kejar-kejaran dengan petugas.
Selain film Lovely Man, Teddy juga pernah mendaur ulang dari karya Teguh Karya yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T, Badai Pasti Berlalu tahun 1977.
Karya Teddy lainnya Culik (1998), Banyu Biru (2005), Ruang (2006), Badai Pasti Berlalu (2007), Namaku Dick (2008), Ruma Maida (2009) dan Lovely Man (2011).
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026