Menurut bupati, kendala teknis yang sempat muncul diawal pelaksanaan tes yang dimulai serentak pukul 09.00 wita tersebut mampu diatasi.
Diantaranya, kurangnya lembar jawaban komputer (LJK) di beberapa bilik, serta lembar soal yang ditemukan tidak memiliki nomor secara berurutan.
Seluruh kendala tersebut bisa diatasi, sehingga dipastikan pelaksanaan tes ini bisa diikuti dengan baik oleh seluruh peserta.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya melakukan peminjaman lokasi pelaksanaan tes agar bisa menampung sekitar 6.000 peserta ujian.
Hingga saat ini, belum ada data pasti berapa jumlah peserta yang mengikuti tes tersebut, namun pada kunjungannya di seluruh lokasi pelaksanaan kata bupati, terdapat beberapa kursi peserta yang kosong baik di jalur umum maupun kategori dua (K2).
"Data yang kami terima, sebanyak 6.113 peserta tes CPNS akan memperebutkan 239 kuota untuk jalur umum, serta 356 kuota K2," ujar Bupati.
Dia menegaskan, meskipun pemerintah daerah berharap kuota tersebut dapat terisi oleh putra daerah, namun sikap terbuka harus mampu ditunjukkan untuk pelamar dari luar daerah.
Kuncinya kata bupati, mengisi seluruh soal dengan sempurna sesuai kompetensi yang dimiliki, dengan harapan apatur pemerintahan berkualitas akan terjaring.
Tes CPNS kabupaten tersebut digelar di lima lokasi berbeda di Kota Gorontalo, yaitu lapangan indoor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), gelanggang olah raga (GOR) Taruna Remaja, ruang kelas SMP Negeri 1, 6 dan 7.
Pewarta: Oleh Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.