Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Pos pendapatan pada rancangan APBD Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak Rp41,764 miliar dari tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2016 pendapatan untuk Bone Bolango Rp904,764 miliar, sementara tahun 2017 menjadi Rp862,527 miliar, jadi ada penurunan sekitar Rp41,764 miliar," ungkap Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone saat menyampaikan rancangan APBD tahun 2017 dihadapan DPRD setempat, Jumat (18/11).

Sementara untuk belanja daerah, ia mengatakan sebelumnya sudah direncanakan sebesar Rp940,107 miliar, mengalami penurunan hingga ke angka Rp861,527 miliar.

"Angka itu turun sebanyak 8,36 persen atau Rp78,579 miliar," jelasnya lagi.

Dengan penurunan itu, ia berharap agar penggunaan APBD tahun 2017 bisa benar-benar maksimal dan efektif, yakni programnya harus tepat sasaran dan sesuai target.

Padahal, kata Wabub Kilat, dana sebesar itu akan Pemkab akan arahkan pada pembangunan keberlanjutan untuk infrastruktur publik.

"Karena program itu bisa mengurangi angka kemiskinan dan untuk pembangunan desa ke arah lebih baik," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, prioritas pembangunan desa tersebut diarahkan pada pencapaian kemandirian pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan, serta perbaikan infrastruktur.

"Bahkan untuk pembangunan ekonomi pedesaan yang berbasis keunggulan lokal terus diupayakan menjadi program prioritas," jelasnya.

Kilat mengatakan, pencapaian proyeksi APBD tahun 2017 yang diprioritaskan pada pembangunan itu mencakup pada enam target, yakni pengurangan kemiskinan serta pengentasan desa tertinggal, peningkatan akses dan kualitas pendidikan.

Kemudian peningkatan layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi yang beriringan dengan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar dengan pembagian kawasan dan terakhir peningkatan kinerja aparat. 



: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026