Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Indra Yasin, Rabu, mengimbau kepada seluruh warga di daerah itu untuk waspada bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor.

Cuaca yang berangin kencang ditambah intensitas curah hujan yang tinggi kata bupati, dikhawatirkan akan terjadinya bencana yang sangat tidak diinginkan.

"Saya telah meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Tanggap Darurat Bencana (Tagana) untuk siaga 1x24 jam, serta berpatroli di wilayah rawan banjir untuk langkah antisipasi," Ujar Bupati.

Warga pun diimbau bisa membaca tanda-tanda alam, yaitu jika hujan tak kunjung redah lebih dari 5 jam, agar mereka yang berada di wilayah rawan segera mengungsi.

Seperti di Desa Milango, Jembatan Merah, Bubode di Kecamatan Tomilito, Desa Mootinelo dan Titidu di Kecamatan Kwandang, serta di Desa Imana Kecamatan Gentuma Raya.

"Saya tidak ingin, ada warga yang terjebak banjir maupun menjadi korban tanah longsor, sehingga berbagai langkah antisipatif harus segera dilakukan," Ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala BPBD setempat, Roni Bumulo, mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus memantau 24 titik lokasi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.

Disamping terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah desa dan kecamatan, agar terus mempublikasikan kepada warga di masing-masing wilayah untuk tetap waspada.

Pihaknya pun kata Roni, telah berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan Kwandang dan Gentuma, untuk tidak mengeluarkan izin operasional kepada para nelayan menunggu cuaca kembali normal.

Pewarta: Oleh Susanti Sako
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026