Beban puncak listrik terjadi pada saat jelang buka puasa dan sahur, diperkirakan sekitar 385 Mw, sementara total daya listrik jika beroperasi semua pembangkit sekitar 425 Mw.
"Meskipun kita sudah surplus pemadaman bisa saja terjadi, jika ada kendala teknis perbaikan jaringan listrik," kata Nayusrizal, Jumat.
Kendala teknis gangguan transmisi bisa terjadi diakibatkan oleh pohon tumbang, tersambar petir, angin kencang, akibat layangan serta kendala lainya yang mengenai jaringan listrik.
Sehingganya, pihaknya berharap kerja sama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memberikan izin kepada PLN melakukan pemangkasan atau penebangan pohon, yang dinilai dapat mengganggu jaringan listrik.
"Kerelaan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan demi menjaga suplai energi listrik, sehingga jalannya ibadah Sholat Tarawih bulan Ramadhan tidak terganggu," ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan korsleting jaringan listrik.
Untuk itu, pihaknya mengantisipasi semua itu, PLN menyediakan layanan kontak center di nomor (0435) 123, yang bisa dihubungi kapan saja.
"Jika menemukan kendala atau informasi terkait gangguan kelistrikan, apalagi bahaya yang mengancam jaringan tower kabel interkoneksi, diharapkan partisipasi masyarakat untuk bisa menghubungi PLN melalui layanan kontak
center," tuturnya.
Pewarta: FaridEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.