Menurutnya, kegiatan Nusantara Expo 2017 yang akan berlangsung Bulan Oktober 2017 mendatang, menjadi iven yang sangat penting bagi pemerintah daerah, karena bertujuan mempromosikan potensi dari setiap daerah.
"Di antaraya produk lokal kerajinan tangan seperti kain sulaman khas Karawo, produk UKM, promosi budaya dan potensi pariwisata serta investasi daerah," katanya usai melaksanakan rapat persiapan Nusantara Expo 2017, Rabu.
Nusantara Expo dan Forum 2017 adalah kegiatan berkelanjutan sejak tahun 2014 sebagai upaya membangun kreativitas dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dan menuju bangsa yang unggul.
Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya pameran potensi daerah dan investasi, produk unggulan daerah UKM, BUMN dan swasta, seminar budaya, ekonomi, investasi serta kemaritiman, dan juga kegiatan sosial seperti karnaval, panggung budaya, pasar rakyat dan festival anak nusantara.
"Sebagaimana surat dari Menteri Dalam Negeri, Nusantara Expo tahun ini, harus diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia," tegasnya.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia, dan tahun ini adalah yang ke empat kalinya.
Pada tahun 2014 baru diikuti oleh 25 peserta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga.
Sementara pada tahun 2015 meningkat menjadi 50 peserta, dan 2016 naik lagi menjadi 147 peserta yang di dalamnya juga ada pasar rakyat.
Pemerintah Provinsi Gorontalo sejak awal terus mengikuti kegiatan Nusantara Expo.
"Lewat rapat tadi telah disepakati akan diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota termasuk pemerintah provinsi Gorontalo," ujarnya.
Namun agar produk yang ditampilkan tidak tumpangtindih, maka setiap kabupaten/kota di Gorontalo menampilkan tema yang berbeda, sehingga setiap stan pameran punya ciri khas masing-masing.
Pewarta: Debby Mano: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.