Moskow (ANTARA) - Menteri Pertahanan Prancis Alice Rufo, Jumat (15/5), mengumumkan kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, berlayar menuju Laut Arab, yang mana dari Teluk Oman akan mengarah ke Selat Hormuz.

 

"(Kapal) Telah melewati Terusan Suez, menuju Laut Arab, dan berada di wilayah tersebut," kata Rufo kepada televisi BFMTV.

 

Kehadiran kapal induk di wilayah tersebut memungkinkan terhadap upaya penilaian situasi dan memberikan pengaruh bagi diplomasi regional dan global. Menteri Rufo menekankan kapal induk Prancis itu tidak hanya berada di Selat Hormuz.

 

Kementerian Pertahanan Prancis sebelumnya mengumumkan Charles de Gaulle sedang menuju Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bagian dari misi bersama Paris dan London guna memastikan keamanan maritim di Selat Hormuz.

 

 

 

Sebelumnya, pada 10 Mei, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi menyatakan kehadiran kapal perang Inggris dan Prancis di Selat Hormuz akan mendapat respons tegas dan segera dari angkatan bersenjata Iran.

 

Ketegangan di wilayah itu muncul sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu.

 

AS dan Iran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, tetapi AS tetap memblokade akses maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran mengumumkan aturan transit khusus untuk melewati Selat Hormuz.

 

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapal induk Prancis bergerak ke Laut Arab dekati Selat Hormuz

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026