Gorontalo (ANTARA) - Bupati Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi menyiapkan program pangan murah bekerja sama dengan Perum Bulog, sebagai upaya pengendalian inflasi di daerah itu.
Sofyan di Gorontalo, Senin dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpinnya, mengatakan program tersebut akan menyasar 68 ribu kelompok penerima dan didistribusikan hingga ke seluruh kecamatan di daerah tersebut.
Ia mengatakan pelaksanaan program pangan murah tinggal menunggu kesiapan teknis dari Bulog dan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Program tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, serta memastikan ketersediaan pangan masyarakat tetap aman menjelang hari besar keagamaan dan pelaksanaan agenda nasional.
Selain program pangan murah, pemerintah daerah juga berupaya menjaga ketersediaan pasokan bahan makanan dan kelancaran distribusi agar harga di pasaran tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan.
"Distribusi pasokan makanan harus dipermudah supaya tidak mempengaruhi harga pasar," katanya.
Pemerintah daerah bersama sejumlah instansi turut membahas kesiapan kebutuhan bahan pangan, untuk mendukung pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS) di Gorontalo.
Kebutuhan bahan pangan seperti ikan, beras, daging dan komoditas lainnya, menjadi perhatian pemerintah daerah guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Pertamina dan Bulog, guna memperkuat koordinasi pengendalian inflasi daerah.
Sementara itu, terkait kondisi harga pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Sofyan memastikan pasokan kebutuhan masyarakat masih aman dan inflasi daerah tetap terkendali.
"Pasokan daging kita lebih, walaupun harga sapi agak sedikit melonjak karena permintaan meningkat, tetapi kebutuhan masyarakat masih tersedia," katanya.
Pewarta: Susanti Sako/Lifka IsmailEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026