Selasa, 25 Juli 2017

Wabup Yakinkan Nelayan Konversi BBM Menguntungkan

id Wabup Yakinkan Nelayan Konversi BBM Menguntungkan
Wabup Yakinkan Nelayan Konversi BBM Menguntungkan
Wabup Drs.Hi.Roni Imran saat meninjau kondisi perahu mesin di wilayah pesisir Kecamatan Tomilito
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Wakil Bupati Gorontalo Utara Roni Imran meyakinkan nelayan di daerah itu mengikuti program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari bensin ke gas elpiji, sebab sangat menguntungkan.

"Penggunaan bahan bakar elpiji pada mesin perahu sangat menguntungkan, sebab penghematannya bisa mencapai 50 persen," ujar Wakil Bupati, pada kunjungannya di Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, yaitu salah satu wilayah pesisir yang menjadi kantong produksi perikanan tangkap di daerah itu, Jumat.

Jika dalam sekali melaut, nelayan membutuhkan minimal 7 liter bensin seharga Rp63 ribu atau Rp9 ribu/liter untuk mengoperasikan perahunya.

Namun dengan menggunakan bahan bakar gas elpiji ukuran tiga kilo gram, nelayan hanya membutuhkan 1 tabung saja seharga Rp19 ribu.

Makanya kata dia, pemerintah daerah terus mendorong nelayan di daerah ini untuk menyukseskan program konversi BBM dari bensin ke gas, melalui bantuan gratis yang disalurkan pemerintah di tahun ini.

Nelayan yang selama ini menggunakan perahu mesin di bawah 9 PK, akan mendapatkan bantuan mesin 6,5 PK ditambah dua tabung gas elpiji sebagai bagian penting dalam program konversi tersebut.

Tahun ini, 2.000 nelayan penerima di daerah ini ditargetkan mendapatkan bantuan tersebut atau menyukseskan program konversi BBM yang tujuannya untuk mendukung program penghematan energi dan peningkatan penghasilan nelayan melalui penghematan modal usaha.

Sebab nelayan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli bahan bakar.

3.700 nelayan di daerah ini pun didorong untuk segera memiliki Kartu Nelayan, khususnya mereka yang memiliki perahu mesin agar bisa ikut dalam program tersebut.

Wakil Bupati menjelaskan, terdapat 1.777 unit perahu bermesin dibawah 3 GT tersebar di 11 kecamatan, paling banyak di 78 desa pesisir dari total 1.816 unit armada penangkap ikan yang ada di daerah ini.

Selebihnya adalah kapal penangkap ikan bermesin 5-10 GT sebanyak 6 unit, 10-30 GT sebanyak 17 unit dan diatas 30 GT sebanyak 16 unit.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga