Senin, 26 Juni 2017

Warga Gorontalo Padati Lokasi Penukaran Uang Kecil

id Warga Gorontalo Padati Lokasi Penukaran Uang Kecil
Warga Gorontalo Padati Lokasi Penukaran Uang Kecil
Warga menukarkan uang pecahan di mobil kas keliling yang disediakan BI Gorontalo. ( ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin.)
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Ratusan warga Gorontalo memadati lokasi penukaran uang pecahan rupiah di halaman Kantor Wali Kota, Provinsi Gorontalo yang digelar Bank Indonesia (BI), Senin.

Salah seorang warga, Sarifudin Pateda mengaku datang ke lokasi sejak pukul 07.00 Wita agar mendapatkan kupon untuk menukarkan uang pecahan kecil.

"Banyak warga lainnya yang ingin menukarkan uang untuk kebutuhan lebaran nanti, saya pun begitu, walaupun harus datang sejak pagi hari, untuk menukarkan Rp4 juta/kupon," katanya di Gorontalo.

Ia mengaku menukarkan uang dalam jumlah besar untuk membagikannya kepada sanak saudara dan tetangga yang datang ke rumahnya saat lebaran.

Hal senada di katakan Niwarti, ia mengaku membutuhkan banyak uang pecahan kecil untuk di bagikan kepada sanak saudara maupun tetangga saat lebaran nanti.

"Kami biasa melakukan tradisi `jakati`, oleh karena itu butuh uang pecahan kecil, namun kali ini di batasi hanya Rp4 juta saja untuk tiap kupon," ia menjelaskan.

Pada tahun 2017 ini, kegiatan penukaran akan dipusatkan di tiga lokasi, yaitu halaman kantor Wali Kota Gorontalo pada tangal 19 dan 20 Juni mulai 08.00 Wita.

Kemudian di halaman kantor rumah jabatan Gubernur Gorontalo pada 21 dan 22 Juni mulai pukul 08.00 Wita dan Lapangan Ormas, Marisa pada 19 hingga 21 Juni dimulai pada 09.00 Wita.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo menyediakan uang NKRI emisi 2016 sejumlah Rp14,2 miliar untuk penukaran uang untuk Idul Fitri 1438 Hijriah.

Suryono, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Rabu, mengatakan dari total Rp14,2 miliar yang disediakan, Rp11,2 miliar akan ditukarkan di Kota Gorontalo dan Rp3 miliar di Marisa, Kabupaten Pohuwato.

"Jumlah tersebut meningkat Rp6,2 miliar atau naik 77,5 persen dari tahun 2016 sebesar Rp8 miliar," kata Suryono.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga