Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Gorontalo, segera meneliti penyebab maraknya ulat putih, yang menyerang tanaman padi yang sudah mulai kuning dan siap panen.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Jumat, mengatakan telah menerima informasi bahwa sebagaian besar areal sawah milik petani di daerah ini, yang sudah siap dipanen ternyata buah padinya dimakan ulat putih.

"Saya sudah menerima informasi tentang hama ulat yang menyerang buah padi petani yang tinggal beberapa pekan akan panen, sehingga dampaknya terjadi penurunan hasil panen," kata Hamim.

Menurut dia, agar persoalan hama ulat tersebut segera terselesaikan dan tidak akan banyak lagi areal persawahan yang padinya rusak di makan ulat, maka akan segera memerintahkan kepada instansi terkait.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Badan Penyuluh Pertanian untuk segera turun lapangan dan meneliti penyebabnya muculnya hama tersebut.

Jika penyebabnya telah diperoleh maka tentunya akan dicarikan solusinya, apakah dengan memberikan pupuk ataupun obat hama jenis tertentu, sehingga untuk musim berikutnya tidak terjadi lagi serangan hama tersebut.

"Pemerintah tidak ingin petani makin menderita dengan datangnya hama ulat tersebut, sebab jika hasil panen turun maka pendapatan juga akan menurun," kata Hamim.

Dia menambahkan, Pemerintah Bone Bolango terus berupaya membantu peningkatan hasil panen petani, baik dengan cara meberikan bantuan pupuk dan obat-obatan serta para penyuluh terus memberikan bimbingan maupun petunjuk, baik saat mulai pengolah lahan sawah sampai padi mulai menghasilkan buahnya.

Sejumlah kelompok tani mengatakan, merasa kaget dengan hama ulat putih yang menyerang buah padi tersebut, sebab kejadian ini baru untuk pertama kalinya dialami di Bone Bolango.

"Kami tentunya merasa kaget dengan munculnya ulat yang menyerang buah padi yang sudah mulai kuning dan siap untuk dipanen," kata Nino salah seorang ketua kelompok tani di Desa Bulotalangi Kecamatan Tapa Bonbol.

Dia menjelaskan dengan adanya musibah tersebut, maka hasil panen petani di wilayah tersebut mengalami penurunan yakni antara 1 hingga 1,5 ton per hektare.

Pewarta: M.F. Said

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2015