Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dijadikan lokasi pengembangan peternakan sapi usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara.

"Ditandatanganinya nota kesepahaman ini, semua pihak yang berkomitmen di dalamnya diharapkan mampu menindaklanjutinya, khususnya Pemprov Sulut yang di dalamnya ada Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang dijadikan lokasi pengembangan peternakan sapi," ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Manado, Rabu.

Menurut Gubernur Sulut ke-12 itu, kemitraan ini tidak hanya di atas kertas atau selebrasi saja, akan tetapi tindak lanjut yang sudah direncanakan harus diimplementasikan, sehingga daya ungkit potensi ini benar-benar akan membawa indikasi baik pembangunan masyarakat untuk bangkit akibat pandemi COVID-19.

“Menjadi harapan, kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan khususnya pengembangan peternakan sapi di Sulut ini dapat berjalan dengan baik untuk membawa Sulut semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Kegiatan penandatanganan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa ini turut dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen dan seluruh peserta acara peluncuran kemitraan.

Gubernur mengapresiasi dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian RI, Rektor Central Queensland University, dan Pimpinan Trade and Investment Queensland, serta Rektor Universitas Sam Ratulangi Mando yang terlibat dalam mewujudkan sinergi triple helix ketahanan pangan di Sulut.

“Terima kasih atas dukungannya sehingga satu kesepahaman sudah dapat terbentuk hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas, atas fasilitasi dalam pembentukan kesepahaman ini," katanya.

Harapan ke depan, kesepakatan bersama ini akan terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia khususnya Sulawesi Utara melalui pengembangan industri peternakan sapi.

Olly menerangkan, kolaborasi dan sinergitas pembangunan mulai dari tingkat nasional sampai ke daerah adalah kekuatan untuk bersama-sama mencapai tujuan pembangunan nasional.

Dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan salah satu agenda nasional yaitu peningkatan cadangan pangan, di mana ini juga menjadi bagian dari agenda global dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s), katanya.

“Sebagai bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara turut berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan bidang peningkatan cadangan pangan ini,” ujarnya.

Menurut Olly, dalam seluruh urusan pembangunan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dengan kemampuan sumber daya baik dana dan manusia yang terbatas.

Sehingga arena itu pola kemitraan adalah salah satu solusi atau terobosan untuk keluar dari keterbatasan ini.

Gubernur Olly menambahkan beberapa sektor unggulan memberikan kontribusi penting terhadap pembentukan struktur ekonomi di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu.

"Sulut sangat kaya dengan potensi pertanian, kelautan perikanan dan kehutanan, hal ini juga ditunjukkan dengan paling besarnya kontribusi lapangan usaha pertanian, perikanan dan kehutanan dalam pembentukan struktur ekonomi Sulut," ujarnya.

Di tahun 2019 sektor-sektor ini memberikan kontribusi sebesar 20,83 persen, dan di masa pandemi ini tetap berkontribusi positif sebesar 21,66 persen triwulan III tahun 2020.*

Pewarta: Karel Alexander Polakitan

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2021