Pemerintah Provinsi Gorontalo menggandeng investor untuk mengembangkan budi daya udang vaname yang berkualitas.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin, mengatakan salah satu investor tersebut adalah PT Esaputlii Prakarsa Utama.

Menurutnya saat ini budi daya udang telah menjadi kegiatan utama sejumlah pengusaha, terutama di Kabupaten Pohuwato dan Gorontalo Utara.

Ia mengatakan mendukung kegiatan pembenihan udang vaname oleh PT. Esaputlii Prakarsa Utama dan berjanji akan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh investor selama dijalankan sesuai aturan dan tidak melanggar hukum.

“Kami mendukung jika memenuhi persyaratan. Kami akan memudahkan semua layanan yang dibutuhkan tanpa ada pungutan, yang penting bapak bisa berinvestasi di sini, menciptakan lapangan kerja, dan melibatkan masyarakat,” kata Rusli saat menerima komisaris utama dan direksi PT Esaputlii Prakarsa Utama di rumah jabatannya.

Rusli menyarankan investor untuk segera mengurus izin pengelolaan tambak.

Ia berharap koordinasi tetap dilakukan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kewenangan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

“Segera urus perizinan dan menghubungi dinas terkait. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kami memang mengharapkan kedatangan pengusaha untuk melakukan investasi di bidang pertanian, peternakan, perikanan,” tambahnya.

Komisaris Utama PT. Esaputlii Prakarsa Utama Ahmad Abdi Baramuli menjelaskan sejauh ini pihaknya telah melakukan pembebasan lahan.

Meski lokasi lahan tambak yang akan dibangun seluas 400 hektare, pihaknya baru menguasai 100 hektare di antaranya.

Untuk lokasi tambak budi daya udang vaname itu, pihaknya mengambil lokasi di Desa Bunto Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato.

“Kami telah menghadirkan masyarakat, tetapi karena ini masih dalam pandemi, kami hanya memanggil yang punya lahan, masuk, dan mematok ke dalam, nanti Badan Pertanahan yang akan membuat plot. Alhamdulillah juga tim TKPRD dari Kabupaten Pohuwato sudah datang meninjau dan lokasi itu diperuntukkan untuk keperluan tambak udang,” jelas Ahmad.

Rencananya sebanyak 50 persen lahan atau 200 hektare untuk budi daya, sisanya untuk membangun sarana dan prasarana seperti pembangunan laboratorium dan mes karyawan.

“Proyek kami ada di Tolitoli. Sementara yang sudah beroperasi di Parigi Moutong. Tapi memang di sana hanya kecil sekitar 15,5 hektare,” ungkapnya.

Ahmad mengaku berani menggandeng masyarakat lokal dan membangun tambak seluas 400 hektare, untuk mengembangkan ekonomi Gorontalo.

Ia berharap kontribusi usaha tambak udang tersebut, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Pohuwato.

Pewarta: Debby H. Mano

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2021