Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengimbau warga di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor saat hujan ekstrem melanda.

"Kita tingkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai, juga di wilayah kemiringan. Sebab hujan ekstrem dapat berdampak banjir, longsor dan bencana yang sangat tidak kita harapkan," katanya, di Gorontalo, Jumat.

Ia pun meminta seluruh pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau wilayahnya masing-masing, saling berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan intensif melaporkan kondisi di setiap wilayah.

"Personel BPBD kita minta bergerak dan memantau khususnya di wilayah langganan banjir dan potensi longsor. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sepanjang hujan ekstrem mengguyur wilayah ini," katanya.

Ia juga berharap, pemerintah kecamatan dan desa untuk mengajak warganya membersihkan lingkungan tempat tinggal.

Agar tidak ada sampah menumpuk dan saluran air tersendat. "Kita mengajak warga untuk memahami karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai upaya tanggap mengantisipasi bencana alam," katanya.

Ia juga mengimbau agar warga di wilayah rawan banjir maupun yang bermukim di kemiringan ekstrem agar dapat membaca tanda-tanda alam.

Segera mengungsi ke tempat aman, jika cuaca ekstrem terus melanda.

Tahun ini kata bupati lagi, pandemi COVID-19 belum berakhir. Olehnya, BPBD dan instansi terkait lainnya, akan terus memberi edukasi bagi warga dalam menanggulangi pandemi yang menjadi bencana kesehatan dunia.

Juga mengantisipasi dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem, khususnya saat curah hujan tinggi.

"Kita terus waspada, dan berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem. Khususnya di beberapa wilayah langganan banjir, diantaranya Kecamatan Tomilito, Anggrek, Monano dan Kwandang," imbuhnya. ***

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2022