Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, bergerak cepat untuk menangani kasus penyakit malaria di daerah itu dengan menyusun rencana aksi pencegahan secara terpadu.

"Pada Desember 2023 lalu daerah ini, khususnya di Kecamatan Anggrek, mengalami ledakan kasus malaria mencapai 37 kasus pada 6 Desember 2023. Kami memberi perhatian serius dalam pengendaliannya. Saya langsung menerbitkan surat instruksi dalam upaya penanggulangan peningkatan kasus. Kemudian intensif menggelar pembahasan rencana aksi dengan Dinas Kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," kata Penjabat Bupati Gorontalo Utara Sila Nurainsyah Botutihe di Gorontalo, Selasa.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) secara intens meningkatkan program penyuluhan dalam upaya menjaga kebersihan sebagai salah satu langkah efektif mencegah malaria, termasuk bekerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan skrining, khususnya bagi pekerja tambang yang datang dari daerah sumber malaria.

Pertemuan penyusunan rencana aksi penanganan penyakit malaria digagas Sila dan berlangsung di ruang kerjanya dengan melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Suleman Lakoro serta pejabat daerah terkait lainnya, termasuk pihak Bappeda setempat guna mendukung perencanaan program disertai alokasi anggaran.

Sila mengatakan penanggulangan penyakit malaria menjadi prioritas saat ini guna menekan lonjakan kasus. 

"Saya berharap kasus malaria tidak meningkat apalagi signifikan seperti halnya di tahun 2023. Data Dinkes pada Januari 2024 kasus malaria di daerah ini mencapai dua kasus. Jangan sampai terjadi peningkatan. Ini perlu kita waspadai melalui upaya pencegahan dan penanggulangan," katanya. 

Kepala Dinkes Sri Fenty N.Sagaf mengatakan sejak Januari 2023 hingga Januari 2024  tercatat ada 89 kasus malaria di daerah itu.

Ia mengatakan berbagai upaya strategis telah dilakukan guna mencegah peningkatan kasus malaria, mulai dari membentuk tim reaksi cepat, meningkatkan pemeriksaan di daerah pertambangan, menggencarkan penyuluhan, hingga menggalakkan kegiatan Jumat Bersih.

"Saat ini juga tengah diupayakan untuk membangun pos penanganan malaria di desa-desa," katanya.

 
Bupati Gorontalo Utara Sila Nurainsyah Botutihe memimpin rapat terkait penyusunan rencana aksi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria, berlangsung di ruang kerjanya turut dihadiri Sekda Suleman Lakoro. (ANTARA/HO-Dinas Kesehatan Gorontalo Utara)

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2024