Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Gorontalo membuka sanggar kegiatan belajar (SKB) dan program rehabilitasi sosial yang diikuti oleh 78 warga binaan pemasyarakatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa.

Kepala Lapas Perempuan Gorontalo Elang Kartini mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya sistematis dalam membentuk warga binaan yang berdaya, terampil, dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal ilmu dan keterampilan yang memadai.

"Program rehabilitasi dan SKB ini menjadi bagian integral dari pendekatan pemasyarakatan yang holistik, menggabungkan aspek pembinaan mental, pendidikan, dan pemberdayaan, demi mewujudkan pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan," ucap Elang.

Ia menjelaskan untuk program rehabilitasi, LPP Gorontalo bekerja sama dengan Institut Penerima Wajib Lapor (IPW) yang ditunjuk instansi pemerintah setempat.

"Yang menjadi peserta rehabilitasi ini adalah seluruh warga binaan yang akan mengikuti konseling oleh konselor dari IPWL," ujar dia.

Elang mengatakan peserta rehabilitasi sosial ini dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan waktu, yaitu 15 hari, 30 hari hingga 90 hari yang dinilai oleh konselor dari IPWI.

Bagi warga binaan yang mengikuti SKB, kata Elang, ketika bebas nanti akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk bekerja di IPWL, instansi pemerintah ataupun swasta.

 

Warga binaan menampilkan tarian Tidi Lo Ayabu pada pembukaan kegiatan program rehabilitasi sosial dan sanggar kelompok belajar (SKB) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Gorontalo, di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (22/7/2025). ANTARA/Adiwinata Solihin

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2025