Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Gorontalo menghadirkan perpustakaan keliling sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya gemar membaca bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo Elang Kartini di Kabupaten Gorontalo, Kamis mengatakan program ini merupakan bagian dari penguatan literasi baca-tulis yang diharapkan mampu memberikan wawasan, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan positif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
"Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi para Warga Binaan," ucap Elang.
Ia menjelaskan, kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo.
"Berbagai koleksi buku bacaan yang disediakan mendapat sambutan antusias dari para warga binaan," ujar dia.
Elang Kartini pun menyampaikan apresiasi nya terhadap dukungan dari instansi terkait dalam penyelenggaraan program ini.
"Kami menyambut baik hadirnya perpustakaan keliling di Lapas Perempuan Gorontalo. Program ini sangat bermanfaat dalam membangun budaya literasi di kalangan warga binaan. Harapan kami, kegiatan membaca dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan, sekaligus bekal saat mereka kembali ke masyarakat nanti," ujar Elang Kartini.
Salah seorang warga binaan berinisial NA juga mengungkapkan rasa senangnya dengan program ini.
"Saya sangat senang ada perpustakaan keliling di Lapas ini. Membaca buku membuat saya lebih tenang, menambah pengetahuan, dan memberi semangat baru selama menjalani masa pidana," ucap NA.
Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan, peningkatan kapasitas diri, serta pembangunan karakter positif warga binaan.
