Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta masyarakat di daerah itu, untuk menjaga semboyan "Torang Samua Basudara" (kita semua bersaudara) yang populer di Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Menurutnya falsafah `Torang Samua Basudara` harus terus dijalankan sebagai nilai yang mengandung makna persatuan, kesatuan tanpa perbedaan.

"Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal penting di dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara terlebih khusus di Gorontalo. Kita boleh berbeda keyakinan, kita boleh berasal dari suku yang beragam, tapi kita semua adalah saudara," kata Rusli saat bertemu dengan Gubernur Sulut S.H Sarundajang, Kamis.

Habibie menepati janjinya mengundang Sarundajang untuk datang serta merayakan Natal bersama umat Kristiani di Gorontalo.

Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan Pemerintah Sulut setelah sebelumnya Gubernur dan Pemprov Gorontalo menggelar perayaan Idul Adha dan halal bil halal di Manado beberapa waktu lalu.

Perayaan Natal Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama ribuan umat Kristiani di gelar di GOR Limboto.

Acara yang mengambil sub tema "dengan makna Natal kita kuatkan persatuan dan mantapkan kebersamaan untuk mensukseskan program pembangunan di Provinsi Gorontalo" itu turut dihadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gorontalo David Bobihoe bersama ibu, Penjabat Walikota Weni Liputo bersama unsur Muspida, para pendeta, tokoh agama dan umat Kristiani Gorontalo.

Gubernur menganggap kehadiran dan kontribusi umat Kristiani Gorontalo sangat penting dalam mengisi pembangunan.

Sementara itu, Sarundajang mengaku terkejut dengan sambutan serta gelaran Natal yang diselenggarakan Pemprov Gorontalo berkerja sama dengan Kabupaten Gorontalo.

Dekorasi suasana Natal serta kehadiran ribuan umat Kristiani menjadikan acara tersebut lebih meriah.

Senada dengan Rusli, Sarundajang meminta kepada umat Kristiani di Gorontalo juga menjaga kerukunan antar umat beragama, hidup berdampingan dalam kasih dan damai sesuai dengan makna dan hakekat Natal.

"Sejak lama kita di dua daerah baik Sulut dan Gorontalo sudah dipersatukan dengan BOHUSAMI (Bolaang Mongondow, Hulondalo, Sangihe dan Minahasa). Meski kita sudah dipisahkan oleh batas administratif namun BOHUSAMI harus terus dijaga hidup damai dalam kasih," ungkap Gubernur Sulut dua periode itu.

Ia yakin, meski merupakan daerah mayoritas muslim namun masyarakat Gorontalo saling menghargai antar pemeluk agama dan suku lain.

Pada kesempatan tersebut Sarundajang turut menyumbangkan 4000 sak semen untuk kelanjutan pembanguan GOR Limboto yang baru 80 persen rampung.

Pewarta: Oleh Debby Hariyanti Mano

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2013