Manado, (ANTARAGORONTALO) - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) rencananya akan melakukan initial public offering (IPO) di tahun 2018.

"Hal ini dilakukan agar bank tersebut semakin maju dan berkembang dengan cepat," kata Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey di Manado, Senin.

Untuk itu, katanya, mulai dilakukan berbagai persiapan dari sekarang agar pada 2018 mendatang badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut bisa masuk bursa IPO, sebab tidak mudah untuk melakukannya.

"Pemegang saham sepakat untuk Bank SulutGo IPO pada tahun mendatang," ungkapnya.

Selain itu, Bank Sulutgo dinilai layak menjadi perusahaan publik karena sudah memiliki modal inti di atas Rp1 triliun atau masuk dalam kategori BUKU II, kelompok bank bermodal inti Rp1 triliun - Rp5 triliun.

Untuk itu pihak lainnya seperti Mega Corpora diperlukan untuk mempercepat Bank SulutGo bisa masuk pasar modal.

Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry Dendeng mengungkapkan adanya keinginan dari pemegang saham untuk IPO akan didukung penuh oleh direksi dengan memerlukan persiapan yang dibutuhkan, sehingga bisa berjalan dengan baik.

"Kami akan melakukan pembenahan agar Bank SulutGo bisa IPO," ungkapnya.

Saat ini pemegang saham mayoritas Bank SulutGo  adalah Pemprov Sulut dengan presentase Rp 35,33 persen. Kemudian pemegang saham utama lainnya adalah PT Mega Corpora sebanyak 24,9 persen.

Secara keseluruhan, Bank Sulutgo dimiliki 25 pemegang saham dengan total modal disetor sebanyak Rp771,22 miliar, adapun modal inti telah mencapai Rp1,2 triliun.

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017