London, (ANTARA/AFP) - Aktris asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, mengecam apa yang dia sebut sebagai "pelanggaran hak asasi manusia yang membudaya sehingga terlepas dari hukuman (culture of impunity)" terkait penculikan lebih dari 200 anak gadis di Nigeria.

Dia menyampaikan hal tersebut di London di sela peluncuran film barunya "Maleficant". Jolie--yang akan memimpin konferensi anti kekerasan seksual di zona perang bersama Menteri Luar Negeri Inggris William Hague pada Juni mendatang--berjanji akan berusaha untuk "menciptakan kesadaran sosial untuk mengakhiri pemerkosaan di area konflik."
    
"Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual dan hal itu terkait dengan anak-anak gadis di Negeria," kata dia kepada Sky News.

"Mereka (para penculik) berpikir dapat melakukan hal tersebut tanpa hukuman, mereka berpikir dapat melecehkan perempuan, menjualnya, memperkosanya, dan mengambilnya sebagai hak milik. Hal ini terjadi karena banyak orang membiarkan pelanggaran tersebut di masa lalu, ini lah bentuk pelanggaran HAM yang membudaya," kata Jolie.

Jolie mengatakan bahwa dia "harus memastikan penculikan di Nigeria tidak akan terjadi lagi dan hukuman terhadap para pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan."
   
"The Global Summit to End Sexual Violence" akan diselenggaran di London pada 10 sampai 13 Juni mendatang.

Setiap negara yang menerima Deklarasi PBB mengenai mengenai persoalan tersebut akan diundang untuk menghadiri acara yang disebut pemerintahan Inggris sebagai "pertemuan terbesar mengenai kekerasan seksual."
  

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2014