Gorontalo, (Antara News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mengapresiasi dipilihnya produk gula aren Atinggola dalam Indikasi Geografis Nasional.

"Ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gula aren Atinggola, yang banyak diproduksi perajin di Kecamatan Atinggola," ujar Bupati Indra Yasin, di Gorontalo, Sabtu.

Ia mengungkapkannya pada sosialisasi dan fasilitasi produk gula aren Atinggola yang akan masuk pada deretan Indikasi Geografis Nasional.

Pemkab kata bupati, bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menyosialisasikan pendaftaran Indikasi Geografis tentang gula Aren Atinggola, yang dihadiri langsung Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan regulasi Bekraf Pusat Ari Juliono Gema, Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI, Saky Septiono, wakil ketua tim ahli Indikasi Geografis Riyaldi dan Kasubdit Ekonomi Kreatif RI Emanuel Rano Rohi.

Sosialisasi di aula kantor bupati itu, juga dihadiri para kepala desa dan camat.

Bupati Indra mengatakan pemkab sangat mengapresiasi dipilihnya gula Aren Atinggola dalam pendaftaran Indikasi Geografis.

Gula aren Atinggola merupakan hasil kreatifitas masyarakat di Kecamatan Atinggola.

"Jangan heran banyak industri rumahan yang memproduksinya, bahkan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Gula aren Atinggola memang terkenal memiliki ciri khas tersendiri, sebab bahan dasarnya bukanlah kelapa maupun tebu. Namun masyarakat Atinggola membuat gula Aren dari nira pohon enau.

"Maka dari unsur bahan dasarnya, sangat diharapkan gula Aren Atinggola dapat memenuhi kriteria Indikasi Geografis Indonesia," ujar bupati.

Gula aren Atinggola pun mampu menjadi bahan dasar produk olahan kreatif lainnya, seperti permen gula yang dikenal dengan nama "gula-gula Soba".

Banyak perajin gula Aren menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil pendapatan penjualan gula itu.

Bupati pun berharap, masuknya produk gula aren Atinggola dalam Indikasi Geografis Indonesia, akan mendorong peningkatan permintaan dari berbagai wilayah di nusantara, yang berdampak pada peningkatan perekonomian para perajin.

Ke depan, pemerintah daerah akan mendorong kreatifitas produk olahan berasal dari gula aren Atinggola, untuk mendorong produksi gula tersebut yang memiliki ciri khas dari rasa dan bentuk gula yang diproduksi dalam ukuran besar.

Ada yang dibuat dalam ukuran 2 kilo gram per bola, sebab rata-rata dibentuk menyerupai bola dan ada juga yang berukuran hingga 5 kilo gram per bola. Harganya berkisar antara Rp10 ribu-Rp15 ribu per kilo gram. 

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018