Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Seorang pedagang komoditas perikanan menilai gurita hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berpeluang diekspor.

Pedagang komoditas perikanan di Gorontalo Utara, Rusban, di Gorontalo, Rabu mengatakan, gurita telah memenuhi standarisasi mutu perdagangan kelas A sehingga berpeluang diekspor.

Ia berharap baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi mendukung untuk memantaatkan peluang tersebut.

"Hingga saat ini, kami belum bisa memenuhi permintaan dari luar negeri sebab belum bisa melakukan ekspor langsung dari Gorontalo," katanya.

Biasanya, untuk memenuhi permintaan dari luar negeri, pengiriman dilakukan melalui Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. "Otomatis pencatatannya tidak melalui Gorontalo," ujar Rusban.

Rata-rata gurita yang dikirim berukuran 6,7 kilo gram.?

Rusban mengatakan saat ini baru bisa memenuhi permintaan beberapa daerah di nusantara.

Terbanyak memenuhi permintaan dari pelanggan di Jakarta. "Setiap bulan mencapai 12 ton," ujarnya.

Harga gurita di tingkat lokal, kata ia, mencapai berkisar pada Rp72 ribu-Rp78 ribu per kilogram.

Sementara itu, Royis Panigoro (32) nelayan asal Desa Malambe, Kecamatan Ponelo Kepulauan mengaku bersama beberpa rekannya mulai tertarik menangkap gurita.

Harga jualnya di tingkat nelayan mencapai Rp60 ribu per kilogram dan jika harga sedang tinggi bisa mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Namun, hasil tangakapan nelayan belum banyak, sebab mesih menggunakan cara tradisional.

"Kami harus menyelam dan menangkap gurita dengan menggunakan tangan, makanya hasil yang didapatkan belum maksimal," ujar Royis.

Ia berharap, pemerintah memberikan bantuan bagi nelayan di wilayah itu, agar bisa meningkatkan produksi perikanan yang harga jualnya tinggi, seperti gurita.

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018