Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Produk olahan abon ikan asal Desa Dulamayo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo menembus luar negeri karena diminati oleh konsumen dari berbagai negara.

Tidak hanya di luar daerah, Abon Ikan Lira saat ini semakin memiliki banyak peminat bahkan sampai di luar negeri diantaranya ada Amerika Serikat, Polandia, Vietnam, Turki, Arab Saudi, Cina, hingga Jepang.

"Saya merintis usaha abon ikan itu sejak seminggu setelah gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya, karena adanya permintaan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Gorontalo untuk mengirimkan abon ikan sebagai suplai protein untuk korban palu," ungkap Irawaty Farid Malik, pemilik usaha Abon Ikan Lira.

Jika hanya mengirimkan ikan goreng atau ikan bakar pasti tidak akan tahan lama, itulah awal Ira memproduksi abon ikan sebanyak 108 yang terdiri atas abon tuna 82 kg dan abon cakalang 26 kg.

Abon juga merupakan jenis makanan yang paling praktis untuk dikirim, karena bisa tahan lama hingga 3 bulan dalam suhu ruangan dan juga enak.

"Jika menggunakan minyak nantinya abon yang dihasilkan bisa kurang gurih, maka kami menggunakan santan yang banyak dengan membutuhkan waktu hingga 6 jam untuk pembuatan abon," ujarnya.

Di samping ikan cakalang segar dan ikan roa sebagai bahan utamanya, rempah yang digunakan juga merupakan alami asli lokal yang terdiri atas bawang putih, bawang merah, kemiri, serai, daun pandan dan bumbu lainnya.

Varian rasa yang ditawarkan juga beragam mulai dari rasa gurih kemudian pedas level satu hingga pedas level dua.?

Produk abon cakalang dijual Rp35 ribu/150gr dengan ukuran paling kecil hingga Rp220 ribu/1 kg dengan ukuran paling besar, sementara abon roa Rp45 ribu/125 gr untuk ukuran kecil dan Rp360 ribu/1 kg untuk abon ikan roa ukuran besar.

"Saya biasa memasarkan produk Abon Ikan Lira lewat media sosial dengan akun Ira Susanto Malik, serta menitipkan produk abon di Golden Souvenir juga Bandara Djalaludin, bandara dipilih karena merupakan pintu yang sangat potensial untuk publikasi tentang produk abon ikan," jelasnya.

Hal itulah yang membuat produk olahan ikan ini akhirnya sudah mengitari seluruh bagian Indonesia dari sabang hingga merauke, terutama pulau Jawa baik Indramayu, Cirebon, Tanggerang, Semarang, Jogja, Malang, Jakarta, Bogor, Depok serta Bekasi.

Ia mengatakan, di hari ke empat setelah produksi biasanya abon sudah laku terjual bahkan banyak yang langsung diborong dengan ukuran 1 kg, oleh sebab itu dalam satu minggu ada 10 kg ikan segar yang diolahnya untuk menghasilkan 3 kg abon ikan.

"Semakin meningkatnya minat pasar terhadap abon ikan membuat saya akhirnya menambahkan jumlah produksi dalam seminggu menjadi 20 kg ikan segar yang menghasilkan 6 kg abon," ujarnya lagi.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2019