Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Sejak beberapa hari terakhir ini harga beras dijual di sejumlah pasar tradisional di Gorontalo terus mengalami kenaikkan.

Pantuan di pasar Sentral Kota Gorontalo, Rabu, sejak tiga hari terakhir ini harga beras untuk semua jenis mengalami kenaikkan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen menjelang Ramadan.

Sejumlah pedagang beras ketika ditemui mengakui, bahwa saat ini terjadi peningkatan kebutuhan konsumen, sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Ramadan.

Dance Wahab salah seorang pedagang beras mengatakan, bahwa saat ini harga beras baik jenis Membramo, Ciheran, Yenti, Cemelati, serta IR 64, mengalami kenaikkan dari sebelumnya Rp350 ribu per koli (ukuran 50 kg) naik menjadi Rp375 ribu hingga Rp380 ribu per koli.

Dia menjelaskan, meskipun hasil ataupun produksi panen untuk seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan, namun harga tetap naik.

Dia mengatakan, memang dua bulan lalu harga beras sempat mengalami penurunan dari Rp430 ribu per koli turun menjadi Rp350 ribu per koli, namun menjelang Ramadan kembali mulai merangkak naik.

"Perkiraan kami harga beras akan terus mengalami kenaikkan, apalagi menjelang lebaran idul fitri nanti," kata Dance.

Mansur Adam pedagang beras lainnya mengatakan, stok untuk kebutuhan konsumen saat puasa dan lebaran nanti diperkirakan mencukupi, namun harga akan tetap mengalami kenaikkan, sebab kebutuhan konsumen meningkat.

"Para petani ataupun pemilik gilingan padi saat ini punya stok yang banyak, namun tetap memanfaatkan situasi jelang Ramadan, untuk menaikkan harga," kata Mansur.

Dia menambahkan, pedagang tidak bisa berbuat banyak dalam menentukan harga sebab petani maupun pemilik gilingan padi, akan menjual sendiri ke pasar tanpa melalui pedagang lagi, sehingga mesipun harga naik pedagang tetap membeli.

Pewarta: M.F. Said
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026