Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Meski telah memasuki bulan ramadhan, transaksi jual beli emas di Kota Gorontalo masih lesu, karena warga masih enggan menjual maupun membeli emas perhiasan.

"Biasanya sejak masuk awal ramadhan transaksi cukup tinggi, baik yang menjual emas perhiasannya maupun ingin membeli," ujar salah seorang pedagang emas keliling Efendi Otuhu (42) di Gorontalo, Rabu.

Efendi yang berdagang dari satu pasar ke pasar lainnya mengaku hanya bisa membeli dan menjual hanya tiga sampai lima perhiasan emas dengan kadar karat 70 persen.

Padahal, kata dia, harga emas saat ini cukup tinggi yakni Rp430 ribu pergram dengan kadar karat 70 persen, dan Rp530 ribu untuk karat 80 persen ke atas.

Meski demikian ia optimistis transaksi akan meningkat seminggu menjelang lebaran, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Pada waktu-waktu itu banyak warga yang ingin tukar tambah emas maupun yang menjualnya. Saya tetap melayani selama ada kecocokan harga," jelasnya.

Selain menjual emas, pria tersebut juga membeli perhiasan milik warga yang sudah rusak untuk dilebur dan dibentuk menjadi perhiasan yang baru.

Sementara itu, salah seorang warga Rohani Monoarfa mengungkapkan dirinya lebih memilih untuk menggadaikan emas perhiasannya daripada menjual.

"Saya menggadaikan satu anting dan satu kalung di pegadaian dan dihargai dua juta rupiah. Menurut saya itu solusi yang lebih tepat walaupun harus bayar bunga," ungkapnya.

Ia menggadaikan emas karena membutuhkan uang untuk dana renovasi rumahnya.

Pewarta: Debby Hariyanti Mano
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026