"Kalau ada program Jokowi yang bagus, PAN bisa mengusulkan sesuatu poin langsung, karena 'kan sudah bergabung. Kalau dulu (sebelum bergabung) tidak bisa," kata Yandri di Kantor DPP PAN, Jakarta, Jumat malam.
Yandri menjelaskan, dibalik keputusan partainya bergabung dengan pemerintah, PAN ingin sekali mempercepat program-program pemerintah yang tersendat.
Namun demikian, Yandri menekankan, PAN tidak akan 'membabi-buta' melayangkan dukungannya bagi pemerintah.
Dia mencontohkan, dalam hal wacana pengocokan ulang pimpinan dewan yang digulirkan partai dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), PAN belum sepakat.
"Walau sudah bergabung, kami tidak akan membabi-buta mendukung. Misalnya usulan kocok ulang pimpinan dewan, itu menurut kami tidak pas," kata dia.
Sebelumnya, PAN menyatakan diri bergabung dengan pemerintah. PAN mengaku akan mendukung segala kebijakan pemerintah yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat.
Di sisi lain, PAN menyatakan, tidak keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan tidak masuk dalam jajaran partai KIH.
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.