"Setiap hari ada enam kali lipat (vaksin) booster yang diberikan secara global dibanding dosis pertama di negara-negara berpenghasilan rendah," kata Tedros saat konferensi pers, Jumat.
Kesenjangan global paling kentara di Afrika, yang baru 6 persen dari populasinya mendapatkan vaksin lengkap, menurut data WHO terkini.
WHO juga sedang bergelut dengan krisis COVID-19 baru di Eropa. Hampir 2 juta kasus baru tercatat di benua tersebut dalam sepekan terakhir - tertinggi dalam sepekan di Afrika sejak awal pandemi.
Badan kesehatan PBB itu berencana memvaksin 40 persen populasi di setiap negara hingga akhir 2021. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa perlu 550 juta dosis tambahan untuk memenuhi target tersebut.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Asri Mayang SariEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026