Jakarta (ANTARA) - Aktris Hannah Al Rashid, yang berperan sebagai Navira, teman Meutya dalam film "Lyora: Penantian Buah Hati" menekankan pentingnya sistem pendukung bagi perempuan "alfa".
Hannah mengatakan banyak perempuan "alfa" yang dicirikan sukses dan mandiri sering merasa harus mengatasi semua masalah sendirian, padahal dukungan dari lingkungan sekitar mereka juga dibutuhkan.
"Ketika dikelilingi oleh lingkungan yang mendukung, seseorang tidak perlu takut berjuang sendirian," ujar Hannah saat konferensi pers peluncuran poster dan trailer film "Lyora" di Senayan, Jakarta, Jumat.
Hannah sendiri mengakui bahwa ia termasuk dalam statistik "satu dari enam perempuan" yang mengalami kesulitan serupa dengan Meutya dalam film tersebut.
Ia berbagi pengalaman pribadinya di masa lalu, di mana rasa malu atau tekanan untuk menanggung beban kesulitan tersebut seorang diri sering menghantui.
Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi penggambaran kuat tentang sistem pendukung untuk perempuan alfa dalam film "Lyora".
Hannah menilai sistem pendukung penting tidak hanya sebagai penghibur, tetapi juga meningkatkan kesadaran bahwa tantangan hamil perempuan di atas usia 35 tahun adalah persoalan yang sangat umum dan tidak perlu malu dan menghadapinya sendirian.
Kisah Meutya dalam film itu dapat menginspirasi lebih banyak perempuan alfa untuk mencari dan membangun sistem pendukung yang kuat, sehingga mereka tidak lagi malu atau takut menghadapi kesulitan apapun.
Adapun cerita film "Lyora: Penantian Buah Hati" yang disutradarai Pritagita Arianegara serta diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro memiliki sinopsis sebagai berikut:
Meutya (Marsha Timothy), seorang wanita karir dengan segala kesibukannya, berusaha untuk memiliki keturunan di usianya yang sudah tidak lagi muda.
Bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), Meutya menjalani berbagai program kehamilan, salah satunya bayi tabung.
Dalam perjalanan program tersebut, Meutya dan Fajrie menghadapi lika-liku hidup penuh kegagalan dan rasa kehilangan yang mendalam, namun mereka tidak pernah pupus dari perjuangan dan pengharapan.
Selain Hannah, Marsha dan Darius, film "Lyora: Penantian Buah Hati" juga dibintangi oleh Widyawati, Aimee Saras, Olga Lidya, Ariyo Wahab, dan Ivanka Suwandi.
Skenario film itu ditulis oleh Titien Wattimena dan Priska Amalia. Januar R Kusuma dan Andi Boediman duduk sebagai produser eksekutif.
Film "Lyora: Penantian Buah Hati" terinspirasi oleh buku "Lyora: Keajaiban yang Dinanti", yang menceritakan perjuangan Meutya Hafid, politikus yang sekarang menjabat sebagai menteri komunikasi dan digital, untuk memiliki buah hati.
Film "Lyora: Penantian Buah Hati" dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hannah Al Rashid: Pentingnya sistem pendukung bagi perempuan alfa
Pewarta: Abdu FaisalEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026