"Saya sangat tersanjung, karena Gorontalo merupakan salah satu daerah yang hukum adatnya masih bagus, tampak juga dengan adanya tiga pilar utama yang membangun masyarakat, yaitu ulama, pemimpin pemerintahan dan pemangku adat," kata Zudan.
Ia menjelaskan, ketiga pilar utama tersebut di Gorontalo sangat kompak, sehingga seluruh elemen yang ada mudah untuk menghadapi semua masalah yang terjadi.
"Saya diterima dengan penuh kemuliaan untuk melaksanakan tugas sebagai penjabat Gubernur, dan mungkin di daerah lain tidak ada yang seperti ini," ucapnya.
Zudan pun berharap, ia dapat menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa adat Gorontalo sangatlah indah dan mendidik, salah satunya penyambutan adat bagi pemimpin didaerah tersebut.
"Karena masyarakat Gorontalo sangat menghargai pemimpinnya, tapi ketika pemimpin itu melakukan tindakan yang tidak terpuji, disitulah kejatuhannya," kata Marten usai prosesi adat Molo`opu penjabat Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fakrullah, Kamis.
Ia menjelaskan, saat prosesi adat berlangsung tokoh adat mengucapkan bahwa pemimpin mengenggam segala hal, seperti tanah, api, angin, air bahkan seluruh masyarakat dalam kekuasaan pemimpin, tapi jangan semena-mena.
"Pemimpin juga harus memperlembut ucapan, jaga perilaku dan itulah makna yang sangat mendalam dari adat molo`opu," jelas Marten Taha.
Menurut Marten, Molo`opu merupakan prosesi adat yang sangat menghargai pemimpin, yang artinya pemimpin berada dipangkuan rakyat Gorontalo.
Pemimpin untuk membina, mengayomi, membimbing dan menjalankan tugas-tugas, baik dalam tatanan pemerintah, sosial kemasyarakatan dan keagaman.
"Saya atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat, menyampaikan selamat kepada penjabat Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fakrullah, yang pada hari ini telah resmi menjadi pemimpin dan warga kehormatan Gorontalo yang menjadi pengayom, pembimbing dan pembina masyarakat Gorontalo," ucapnya.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026