Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, saat ini mereka sedang menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk level provinsi periode 2018-2022.
"Apa yang digagas Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, akan kita adopsi pada level tingkat provinsi, karena momentumnya sangat tepat" katanya, Kamis.
Winarni meminta kepada Direktur Eksekutif Pusat Transformasi Kebijakan Publik, Santi Evelyna agar dapat berkoordinasi dengan Bappeda Provinsi Gorontalo, untuk merumuskan apa yang telah dilakukan di Kabupaten Gorontalo.
"Kami ingin menginternalisasikan aspek perubahan iklim ini ke dalam level program provinsi, sehingga ini menjadi payung besar untuk Gorontalo dalam lima tahun ke depan, khususnya dengan memasukan keberpihakan terhadap lingkungan," ujarnya.
Dengan demikian Winarni berharap, seluruh sektor dapat intervensi melalui program tersebut. Dan Transformasi yang akan menjembataninya
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Transformasi Kebijakan Publik, Santi Evelyna, menambahkan bahwa sebagai subjek yang terkena dampak langsung perubahan iklim, kebanyakan masyarakat Indonesia tidak siap menghadapi dampak perubahan iklim.
Santi mencontohkan bagaimana petani kebingungan dalam menghadapi pola musim yang tak terduga, namun di sisi lain masyarakat juga kurang paham strategi memitigasi banjir yang efektif dan integratif.
Santi melihat perlu sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan ketangguhan terhadap perubahan iklim.
"Kabupaten Gorontalo beruntung memiliki pemimpin yang memiliki semangat transformatif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan," tutupnya.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.