Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan pelaksanaan pencanangan program pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Gorontalo Utara, dengan mulai memantapkan persiapan pelaksanaannya.
Didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua DPRD Idrus Thomas Mopili, serta Wakil Bupati Gorontalo Utara, maupun sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), ia memastikan kesiapan lintas sektor untuk mencapai tujuan program tersebut.
Gubernur Gusnar di Gorontalo, Minggu, mengatakan tim dari Jakarta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kesiapan lokasi di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Pemerintah daerah diminta merespon cepat kebutuhan teknis agar persiapan dapat dimatangkan secara optimal.
“Di lokasi tersebut juga kami sudah menuntaskan calon lahan yang diperlukan untuk pengembangan klaster ini kurang lebih ada lima hektare yang berlokasi di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara," kata Gubernur Gusnar.
Ia mengatakan pencanangan program yang semula direncanakan pada 7 Januari 2026 mengalami penyesuaian jadwal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kemudian menetapkan tanggal 19 Januari 2025 sebagai jadwal pencanangan.
Instansi teknis diinstruksikan untuk memastikan kesiapan lokasi acara pencanangan. Perhatian khusus diberikan pada kontur lahan dan akses jalan menuju lokasi.
Ia meminta dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan perataan lahan bila diperlukan.
“Mohon dicek kontur lahan dan jalan masuk, terutama saat musim hujan, agar tidak menghambat kegiatan," kata Gubernur Gusnar.
Selain kesiapan lahan, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada keberlanjutan suplai bahan baku. Ketersediaan jagung dinilai penting untuk menjamin operasional pabrik pakan ternak.
“Yang sementara kami siapkan adalah bagaimana menjaga suplai jagung agar stok pabrik pakan ternak tetap terjaga dan berkelanjutan,” ucap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
