Istanbul (ANTARA) - Jerman mengecam keputusan Iran yang menetapkan angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa (UE) sebagai organisasi teroris, kata Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada Minggu (1/2).

Iran mengambil langkah tersebut setelah Uni Eropa melabeli Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Wadephul menilai tindakan balasan Iran itu tidak akan mengubah sikap Jerman terhadap keputusan UE terkait IRGC, menurut laporan DPA International.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran menyatakan angkatan bersenjata negara-negara Eropa dianggap sebagai "organisasi teroris" berdasarkan hukum Iran dan memperingatkan bahwa Uni Eropa akan menanggung konsekuensinya.

Wadephul menilai respons Iran tidak berdasar dan bermotif politik, serta menyebut penetapan IRGC oleh Uni Eropa sebagai langkah tepat yang telah lama tertunda karena IRGC dianggap telah menindas protes damai, mengeksekusi oposisi, dan mengekspor terorisme.

"Mereka yang menindas protes damai, mengeksekusi oposisi, dan menyebarkan teror ke Eropa tidak bisa mengalihkan kritik dengan manuver politik," kata Wadephul.

Ia juga menegaskan kembali dukungan politik Jerman bagi rakyat Iran yang menginginkan "kehidupan yang lebih baik."

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa sepakat memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris, seraya menegaskan bahwa penindasan di Iran "tidak bisa dibiarkan tanpa respons."

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang "sudah lama tertunda."

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman kecam aksi balasan Iran tetapkan militer UE sebagai teroris

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026