Kepala BP3K Kecamatan Bulango Timur, Suwadi Said mengatakan, teknik ubinan adalah menduga hasil produksi komoditas pertanian dalam suatu hamparan.
"Hasilnya kita bisa menduga dan menghitung produksi komoditas pertanian dalam satu hektare," katanya, Selasa.
Ia dan tim telah menghitung produksi padi untuk satu hektare sawah bisa menghasil 7.53 ton gabah kering. Jika dikonversi, akan menjadi 4.05 ton beras/hektare.
Namun penggunaan pupuk pestisida, diakui Suwandi semakin tinggi, sehingga bisa mengakibatkan rusaknya kondisi tanah.
"Petani menggunakan pupuk pestisida secara terus-menerus. Salah satu upaya memperbaiki dan mengembalikan tekstur tanah, hanya mengganti pupuk yang organik," katanya.
Ia menjelaskan, dirata-ratakan penggunaan pupuk pestisida mencapai 350 kilo gram/hektare, sementara bahan-bahan organik sama sekali tidak petani perkenalkan ke lahan sawah.
Dengan dasar itu, BP3K Kecamatan Bulango Timur melaksakana kegiatan pemupukan terpadu padi sawah dengan mensosialisasikan penggunaan pupuk pestisida dan organik.
"Penggunaan pupuk organik dan pestisida harus 50 persen. Harapannya kepada petani dapat memadukan dua pupuk itu, agar tanah bisa kembai sehat. Pupuk organik juga mudah didapat, seperti kotoran sapi kering dan olahan jerami padi yang diubah menjadi kompos," katanya.
: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.