Istanbul (ANTARA) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan bahwa negaranya akan terus setia bersama Rusia, dan Pyongyang akan "terus bersama Moskow".
Menurut laporan kantor berita Korut KCNA, Rabu, pernyataan tersebut disampaikan Kim untuk merespons ucapan selamat Presiden Vladimir Putin kepada dirinya usai ditunjuk kembali sebagai Presiden Komisi Urusan Negara Korut.
Kim menyebut hubungan antara Korut dengan Rusia sebagai "aliansi saling dukung yang kuat".
"Pyongyang akan terus bersama Moskow. Ini adalah pilihan kami dan tekad yang tak tergoyahkan," kata pemimpin Korut itu.
Dalam ucapan selamatnya, Putin menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja sama yang erat demi meningkatkan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang.
Kim Jong Un terpilih kembali sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, badan pemerintahan tertinggi di Korut, dalam sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Pyongyang pada Minggu (22/3).
Korut dan Rusia menandatangani kesepakatan kemitraan strategis komprehensif pada 2024 dengan komitmen untuk saling memberi dukungan militer apabila salah satu pihak diserang pihak ketiga.
Pada Agustus 2025, Korut diketahui mengirim sejumlah 1.000 insinyur militer ke wilayah Kursk di Rusia untuk membantu pasukan Rusia membersihkan ranjau darat yang dipasang ketika pertempuran melawan Ukraina.
Pengerahan pasukan tersebut berlangsung setelah pengerahan pertama sejumlah 15.000 personel tempur untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina, menurut dinas mata-mata Korea Selatan yang juga menyebut Pyongyang kehilangan 2.000 personelnya di Rusia.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kim Jong Un tegaskan perkuat kerja sama Korut dengan Rusia
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026