Jakarta (ANTARA) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 mengusung semangat kolaborasi agar dapat menciptakan kedaulatan siber yang tangguh dan memperkuat ketahanan nasional.
Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi menyatakan lembaga yang dibinanya mengusung semangat kolaborasi di era digital sebagai bentuk adaptasi terhadap zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai yang dikembangkan oleh para insan persandian dari masa ke masa.
"Keamanan siber bukan hanya satu entitas tunggal bisa dilakukan. Keamanan siber itu adalah suatu ekosistem yang kompleks. Dalam skala besar, ada di situ negara-negara, ada di situ kalangan politik, ada di situ kalangan industri, ada di situ kalangan komunitas. Dan jangan lupa juga, ada satu peran lagi yaitu media," kata Sulistyo di Kantor BSSN, Senin.
Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat dijalankan dengan menjaga tiga pilar utama yang ditekankan pada tema perayaan delapan dekade BSSN yakni "Kedaulatan Siber Memperkuat Ketahanan Nasional".
Ada pun tiga pilar yang dimaksud terdiri atas menjaga kemandirian teknologi agar bangsa tidak bergantung pada pihak luar negara, kedua keamanan data adalah aset strategis negara yang wajib dijaga, serta ketangguhan sistem dan kemampuan untuk pulih dengan cepat dari berbagai ancaman.
Beberapa bentuk nyata dari kolaborasi yang tengah dijalankan BSSN untuk mewujudkan kedaulatan siber saat ini ialah menyusun Rancangan Undang-Undang Ketahanan Siber, percepatan pembentukan Keamanan dan Ketahanan Siber (TTIS) pada sektor infrastruktur informasi vital dan sektor privat, serta melakukan percepatan pembangunan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.
Dari semua itu, BSSN mengambil peran sebagai kolaborator, inisiator, dan fasilitator agar kedaulatan siber nasional dapat berjalan dengan optimal
"Tentunya ada sumbang pemikiran, dorongan, support dari seluruh pemangku kepentingan baik kementerian lembaga, industri, atau akademisi, untuk mewujudkan itu sebagai sesuatu kebutuhan kita bersama. Bukan hanya (kebutuhan) BSSN, tapi kebutuhan kita bersama, dan lebih khusus lagi adalah kebutuhan bangsa ini," kata Sulistyo.
Secara khusus membahas peran media untuk menciptakan kedaulatan siber yang menguatkan ketahanan nasional, Sulistyo menekankan peran media begitu penting khususnya untuk menciptakan kesadaran masyarakat secara nasional lewat literasi digital.
Menurutnya media memiliki cakupan yang luas untuk mewartakan dan menyebarkan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan siber yang tentunya tak kalah penting dengan keamanan di ruang nyata.
"Cakupan kita sedemikian besar warga masyarakatnya, untuk memberikan literasi tentang keamanan siber, itu bukan pekerjaan yang mudah dan murah. Tidak dapat dilaksanakan oleh penyelenggaraan negara sendirian, peran media sangat luar biasa,"kata Sulistyo.
Berkaca dari pentingnya peran media, BSSN mengapresiasi dan menghadirkan penghargaan khusus di HUT ke-80 bagi insan pers lewat beberapa penghargaan.
Dimulai dari penghargaan Anugerah Media Produktif, penghargaan diberikan kepada Tribunnews.com, Kompas.com, LKBN ANTARA (Antaranews.com), Detik.com, dan CNN Indonesia.
Penghargaan pertama itu diberikan BSSN karena media-media tersebut konsisten memberikan literasi keamanan siber dan sandi kepada publik serta memberitakan program BSSN sepanjang setahun terakhir.
Lalu ada Anugerah Karya Jurnalistik yang diberikan kepada Livia Kristianti (Antaranews), Fidelis Batalinus (Garuda TV), dan Abdi Ryanda Shakti (Tribunnews).
Terakhir, ada juga Penghargaan Liputan Terbaik Napak Tilas HUT ke-80 BSSN, diberikan kepada Kukuh Setyono (Liputan6.com Yogyakarta), Maulana Muhammad Fahmi (Suara Merdeka), dan Andik Sismanto (Metrosemarang.com).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BSSN usung kolaborasi ciptakan kedaulatan siber tangguh di HUT ke-80
Pewarta: Livia KristiantiEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026